28 November 2013

Jalan Hidup Manusia

Jalan hidup manusia yang memang sudah diskenario kan dengan sangat indah oleh Allah. Untuk manusia kehidupan kadang seperti misteri, mereka hanya bisa menjalankan dan berdoa, tanpa tahu jalan akhir dari ceritanya. Kehidupan juga seperti buku cerita, tiap lembarnya mengandung arti dan makna, yang manusia tidak bisa kembali ke lembar sebelumnya, manusia tidak bisa kembali ke masa lalu, dan mereka tidak bisa melihat masa depan. Dan Allah sudah mengetahui semuanya, ya semuanya yang akan terjadi pada manusia, karena DIA-lah pencipta manusia.

Jalan hidupku juga sudah ditulis dan dirangkai indah oleh Allah, dari mulai aku dilahirkan, aku tumbuh menjadi anak-anak, remaja dan dewasa. Dan bagiku hidupku indah. Walau kadang memang Allah memberiku cobaan yang terkadang menurutku aku tidak sanggup menjalaninya, tapi aku ingat, Allah tidak akan memberi cobaan melampaui batas kemampuan umat-NYA dan ternyata itu benar. 

Kehidupan di dunia tidak ada yang abadi, semua pasti ada masanya, ada waktunya akan berakhir. Jadi jika kamu memiliki kebahagiaan jangan pernah lupa untuk bersyukur kepada-NYA karena kebahagiaan juga ada masanya, dan begitupun sebaliknya jika kamu sedang ditimpa kesedihan kamu yakin dan terus berdoa kepada-NYA, karena kesedihan juga tidak kekal. Dalam kehidupan memang harus seimbang, dan itu memang benar adanya, di dalam kehidupan nyata pun kita sering menemui kenyataan jika sesuatu tidak seimbang, maka akan jatuh. Seperti jika kita menaiki sepeda, kalau kita membawanya dengan tidak seimbang maka kita akan terjatuh kan.nah begitu juga dengan hidup. 

Jalan hidup manusia tidak ada yang lurus begitu saja. Karena semua yang hidup di dunia ini butuh proses. Kita manusia sejak dilahirkan butuh proses untuk sampai bisa beridiri, berjalan dan berlari. Dalam proses tersebut, kita tidak mudah menjalaninya, kadang kita terjatuh, terjerembab, terpleset bahkan sempat terjungkal, tapi karena kita memiliki keinginan yang kuat, dan usaha yang tidak pantang menyerah akhirnya lamban laun kita bisa. Maka dari itu, jika kita mempunyai rencana dan impian, tetapi tidak sesuai dengan harapan, janganlah berlarut larut dalam kekecewaan, lebih baik bangkit dan buatlah rencana itu dari awal, bangun dan evaluasi kenapa rencana tersebut bisa gagal. Karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Selamat menikmati hidup ini dengan penuh cinta, perjuangan, dan pengorbanan. Karena inilah hidup, tidak seindah cerita novel dan tidak seangker cerita hantu. Dan kita tidak tahu kapan keindahan hidup ini akan diambil lagi oleh sang pencipta. 



Pancoran
@aichaika


Bukan Cinta Biasa

Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu

Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku

25 November 2013

Langit Senjaku


Aku terduduk disini, terdiam menatapmu
Tak kulihat lagi sinar indah di matamu
Warna keemasan berbalut jingga
Semburat tanya di fikirku
Tak tahu apa ini rasanya
Dan apa namanya
Langit senjaku
Inikah wujudmu hari ini?
Ini kah jasadmu sekarang ini?
Sang waktu…
Seakan menjadi penonton setiaku
Sang keadaan…
Seolah bagai penyakit kronis yang menggerogotiku
Langit senjaku
Aku sungguh merindumu
Seperti malam yang rindu ditemani rembulan
Seperti siang yang rindu didampingi matahari
Kini hanya siluetmu
Yang dapat kunikmati
Secercah kenang dalam memoriku
Langit senjaku kan kembali
Untuk menyinariku hingga akhir nanti

26 Juni 2013

Surat Untuk Imamku

Kamu seorang laki-laki biasa yang jauh dari sempurna, kamu hanyalah laki-laki akhir jaman. Kamu tidak begitu tampan tapi bagiku kamu menarik. Kamu tidak sebaik Nabi Muhammad...tapi kamu berusaha menjadi yang terbaik untukku...itulah kelebihanmu yang aku suka.

Cinta pada pandangan pertama saat melihatku katamu..., halte di kota kecil di Negri Jiran-lah yang menjadi saksi pertemuan kita. Kegigihanmu untuk mendapatkan hatiku aku acungi dua jempol! kamu berhasil membuatku melihatmu...ya hanya melihatmu dan tidak menghiraukan lagi yang lain, aku jatuh cinta padamu! Aku sangat menyayangimu melebihi diriku sendiri.

Kamu pacar pertamaku...dan aku sangat berharap kamu jadi cinta terakhirku. Hari berganti bulan berlalu...aku makin menyayangimu. Tapi...kenapa kamu sebaliknya, kamu terlihat acuh padaku. Aku sadar itu...tapi aku terlanjur menyayangimu. Aku sedih..kamu lamban laun berubah, entah kenapa cintamu pudar kepadaku. Sampai pada akhirnya aku tahu, kamu menyukai wanita lain! Astagfirulloh...aku sedih...aku sakit...baru kali ini aku merasakan rasa sakit yang begitu hebat, melebihi rasa sakit patah tulang kakiku.
Kamu jahat! tapi entah kenapa...aku bisa memaafkanmu. Aku juga tak mengerti...hatiku tak bisa dibohongi, aku sudah sangat menyayangimu. 

Dan waktu itupun tiba...aku memilihmu, memilih mu untuk menjadi imamku, nahkodaku, abi dari anak2ku kelak. Kita sudah merencakan semuanya....tapi tiba-tiba kamu berubah lagi. Aku tidak lagi mengerti kamu. Kamu seperti menjadi orang lain...aku mengamatimu, dan ternyata kamu ulangi lagi kesalahanmu. Bahkan kali ini lebih parah...kamu tahu aku sakit sekali. Rasanya seperti sakit mau mati! Aku sudah tidak bisa berfikir...apa maumu, di saat kita sudah mempunya tujuan yang sama...kamu merubah arah, aku jadi bingung, harus mengikutimu...atau aku harus berhenti disini...karena sakit yang kau berikan kali ini 100 kali lipat lebih sakit dari yang dahulu.

Sosok wanita itu memang jauh segalanya dariku, aku tahu itu. Jadi kamu ingin memilih dia saja?? Aku sudah tawarkan itu..walaupun sebenarnya itu sakit, tapi.. tidak..katamu. Kamu ingin berjalan lagi bersamaku, membangun impian yang sempat hampir kandas, dan...aku memaafkanmu lagi. Karena aku mencintaimu...dengan harapan kamu akan berubah.

Kini...kamu sudah menjadi imamku, nahkodaku, abi dari putraku...kita bahagia dengan buah hati kita ini. Dia lucu, tampan, pintar.., dia seperti hadiah terindah dari Allah..seperti malaikat kecil yang diutus untuk meramaikan perahu kita. Kita tidak lagi berdua kini...tapi bertiga. Tapi ..kebahagiaan itu tak berlangsung lama, setelah aku tahu...kamu masih juga menyimpan dia juga di hatimu?? Sadarkah...aku sakit lagi?? aku hampir mati suri lagi seperti dulu, selalu dia lagi..dia lagi...dia lagi...yang membuatku sakit, aku seperti tanaman yang kamu tanam sejak kecil...kamu rawat...kamu sirami dengan kasih sayang dan cinta..hingga cinta dan sayangku besar terhadapmu...tapi sekarang kamu ingin mencabutnya perlahan...kamu tega! 

Apa salahku padamu...aku hanya seorang wanita yang ingin dicintai tulus oleh imamnya...aku hanya ingin menjadi yang terbaik bagimu...agar kamu tidak merubah haluan seperti sebelumnya. Apakah aku salah??
Aku hanya ingin mendampingimu dengan sisa umurku ini. Aku hanya ingin menjadi navigasimu saat kamu tersesat di laut yang kita arungi bersama. Karena aku mencintaimu...dan Allah merestui itu. Maafkan aku jika ternyata aku bukan yang kamu inginkan...maafkan aku jika ternyata aku tidak sesuai dengan apa yang kamu cari selama ini.Maafkan aku imamku....., aku tidak pernah meminta apa-apa, aku hanya ingin dicintai seperti dulu lagi...seperti sembilan tahun lalu saat pertama kali kita bertemu, apakah itu salah??

Pancoran, 26 Juni 2013
@aichaika




AKU-KAMU

Aku bukan siapa-siapa, aku hanya wanita biasa yang banyak mempunyai keterbatasan. Aku bukan wanita sempurna...aku hanya wanita akhir jaman. Aku tidak cantik, hatiku juga tidak sebaik dan semulia ibu yang melahirkanku.

Tapi kenapa kamu selalu mengusik hidupku?? apa yang kamu cari dari aku? apa yang kamu inginkan dariku?

Aku heran atas semua sikapmu..., sudah setahun berlalu tapi kamu masih saja berada disekitarku, kamu masih saja membayang-bayangiku, bahkan sampai semua masalah yang terjadi saat ini pun itu karna kamu, aku tidak tahu...apakah kamu sadar itu atau tidak, tapi yang aku tahu kamu memang masih mengawasiku.

Kamu cantik, baik, muda dan mempesona, ya semua laki-laki pasti terpesona dengan fisikmu, aku tau itu. Tapi yang aku heran kenapa kamu masih menguntitku...sampai aku bersembunyi di kerak bumi pun mungkin kamu tahu. Atau memang kisah hidupku menarik bagimu?

Jadi untuk kamu yang selalu mengikutiku, bisakah kau berhenti? karena aku bukan siapa-siapa, aku bukan artis atau tokoh masyarakat, aku bukan orang penting yang patut diikuti, OKE??!

Atau...kamu masih ingin memiliki seseorang yang sekarang berada di sampingku??? Hmmm....jika itu alasanmu...aku bingung harus berkata apa, karena aku dan dia sekarang sudah terikat oleh ikatan suci yang telah di sakralkan oleh agama kami berdua.

Aku risih seperti ini, biarkan aku hidup tenang, biarkan aku dengan duniaku sekarang, dan kamu dengan duniamu yang baru.

Pancoran, 26 Juni 2013
@aichaika

31 Mei 2013

Pramuka...Berkilo-kilo meter dari Jakarta

Aku ke tempat ini karena ingin membuang sakit hatiku. Aku ke tempat ini karena ingin membahagiakan hatiku. Aku ke tempat ini untuk menyembuhkan lukaku. Pulau Pramuka, ini kedua kalinya aku kesana, melepas semua penat di dada, kuhirup udara laut yang khas dengan aroma garamnya, biru muda, biru tua lalu seperti hijau sejauh mata memandang hanya warna-warna itu yang ada dipelupuk mataku. Riak ombak dan gelombang yang tidak beraturan membuat irama perjalananku makin berwarna. Tak lama kunikmati panorama seperti itu, mataku sudah mulai lelah dan otakku menyuruh aku tidur. Kucari posisi paling nyaman, diantara ratusan penumpang lain. Kurebahkan badanku seadanya, diantara sisa-sisa ruang para penumpang, tak lama aku tertidur pulas, dan selang 3 jam tak terasa kapal sudah disandarkan di pelabuhan sederhana di pulau pramuka. Semua penumpang turun, huft…kuhelakan napas, akhirnya sampai juga aku disini. Tempat ini tak berbeda jauh dengan 5 tahun lalu, saat perpisahan SMU ku. Hanya saja jalan-jalan lebih tertata rapi dan penduduknya sudah jauh lebih banyak.

Penginapanku kali ini jauh lebih bagus dari penginapanku 5 tahun lalu, kali ini kami menyewa satu rumah, dengan 3 kamar tidur, 2 dilengkapi dengan AC dan 1 hanya dengan kipas angin. Dan 2 kamar mandi di luar kamar. Sebenarnya satu kamar itu diperuntukkan 5 orang tapi entah kenapa disini kami menjadi egois, dan tak ada yang berani menegur kami hehe, satu kamar besar plus AC itu hanya kami tempati ber-empat, tiga orang dewasa dan satu anak kecil. Ya kami semua langsung merapikan barang yang kami bawa di kamar itu, tanpa sadar seharusnya mereka (anggota lain) yang namanya tertera di pintu kamar juga berhak atas kamar itu. Tapi yasudahlah mereka merelakannya untuk kami.

Objek wisata pertama yang kami singgahi adalah penangkaran penyu, dulu semasa
perpisahan sekolah aku tak sempat mendatangi tempat ini, padahal tempatnya tidak jauh dari penginapanku waktu itu..mungkin karena sibuk atau tidak tertarik makanya aku tidak mengunjungi tempat ini. Dan ternyata lumayan seru juga, melihat bayi penyu sampai melihat buyutnya, aku hanya berani memegang bayi penyu hehe, karena dia jinak dan lucu, berbeda dengan adikku dia berpose dengan buyut penyu, tak lama aku merasakan kegembiraan itu, tiba-tiba sekelabat bayangannya hadir lagi, seperti hantu rasanya, hey..aku sudah jauh dari Jakarta, sudah beratus-ratus kilometer tapi kenapa kamu masih menggangguku? Segera kutepis bayangan itu, aku tak mau suasana hatiku kembali kacau. Segera kuberlari bergabung dengan adik dan teman-teman adikku, kami baernarsis ria di tepi pantai, berpose aneh sampai membuatku tak berhenti tertawa. Akhirnya aku melupakannya walau sesaat.

Pukul 13.00 WIB, kami semua bergegas ke penginapan untuk makan siang dan berganti pakaian, sipirilie…kami semua akan snorkeling, walaupun aku tidak bisa berenang tapi aku menyukai kegiatan ini, melihat terumbu karang dan ikan dari permukaan laut…indahnya laut Indonesia,tapi…kendala ada di pelampung dan peralatan lain, ternyata tidak mencukupi dengan jumlah anggota kami, alhasil harus bergantian memakainya, tetapi mereka curang, yang sudah snorkeling asik saja tidak mau bergantian dengan yang belum, tetapi teman-teman baruku disini seru dan asik, akhirnya kami membuat permainan sendiri, mengubur orang dalam pasir, pernah liat kan kegiatan di tepi pantai seperti itu, ya …adikku yang jadi objeknya, bersemangat sekali kami semua mengubur tubuh adikku, pulau ini tidak berpenghuni, namanya pulau semak daun atau kadang orang sekitar menyebutnya pulau air, jadi kami bebas main di tepi pantai sesuka hati, tanpa ada rombongan lain yang mengganggu, pokoknya pulau ini seperti pulau pribadi kita, dua puluh menit kami mengubur adikku dengan pasir dan akhirnya selesai…, kami puas sekali dengan hasilnya, lucu, adikku sudah terendam pasir, hanya kepala saja yang selamat, dan kami pun berpose narsis di kanan kiri adikku, mengabadikan moment langka ini. Adikku mulai bosan dan gerah dengan segunung pasir mengubur badannya, dan kami pun menyudahi permainan itu, kami melanjutkan dengan bermain air gaya bebas dan tak lupa berfoto-foto dengan pose sesuka hati hihi, aku ingat diantar kami, hanya aku, adikku dan sahabatnya yang sangat gila dengan pose.
Sampai akhirnya tanpa sadar kami terbawa arus ombak, sampai aku merasakan tidak ada lagi pijakan untuk kakiku, Ya Allah…aku tidak bisa bernapas, aku merasa air sudah masuk ke semua rongga paru-paruku, aku mencari-cari pegangan dan berusaha mencari pertolongan, ditengah kepanikan dan ketakutan ku aku melihat ada pundak, tanpa pikir panjang aku buat pundak itu sebagai pijakan agar aku bisa muncul ke permukaan dan berharap ada yang melihat kami tenggelam, teman-temanku yang ada di kapal tidak ada yang menyadari kalau kami tenggelam, mereka piker aku, adikku dan temannya itu masih sedang berpose, dan mereka piker itu poses “timbul tenggelam” Masha Allah…kami bertiga sudah panik sekali, adikku memang bisa berenang tapi karena tadi pundaknya aku benamkan kedalam air, karena aku mencari pijakan agar bisa bernapas alhasil dia juga ikut tenggelam. Aku ingin teriak tapi tidak bisa, aku hanya bisa melambaikan tanganku berharap mereka sadar kami benar-benar tenggelam, dan…alhamdulilah…si Bapak nahkoda kapal melihatnya, tanpa pikir panjang dia langsung loncat terjun ke laut, dan langsung menarik tangan adikku dan teman adikku. Aku masih bertarung sendiri di lautan menunggu ada pertolongan, dan kulihat sesosok wajah (antara sadar dan tidak sadar) aku berusaha meraihnya, sedapat mungkin tanpa mempedulikan apapun, akhirnya aku berhasil ditarik sosok wajah itu, aku selamat!. Alhamdulilah….terimakasih Ya Allah…kami bertiga selamat. Sejenak kami bertiga dan yang lain terdiam…dan akhirnya tertawa terbahak-bahak mengenang kejadian tadi. Kekonyolan yang kami buat sungguh memalukan dan menegangkan. Ternyata Allah masih baik hati dengan kami bertiga dan mungkin belum waktunya juga kali ya hehe.



Sudahlah lupakan masalah kami tenggelam, kami masih sedikit trauma sebenarnya. Malam hari kami mengadakan acara barbeque dan sedikit games, lumayan seru, dan itupun membuatku melupakanmu, melupakan sosokmu, melupakan perilakumu yang sangat menyakiti hatiku. Ya itu memang tujuan utamaku pergi ke tempat ini, pulau pramuka, pulau yang jauh berkilo-kilo meter dari Jakarta. Dan ternyata berhasil, walaupun diwarnai dengan acara tenggelam yang hampir merenggut jiwaku.


Esoknya jadwal trip kami adalah ke pulau panggang, pulau ini jauh lebih kecil dari pulau pramuka, kami disini melihat penangkaran bintang laut dan hiu mini. Ternyata ada juga hiu mini, penduduk disini pun ramah-ramah, kami disambut dengan baik. Perjalanan dari pulau pramuka ke pulau panggang memang tidak jauh tapi ini kan antar pulau, jadi.. tranportasi hanya ada kapal laut, bayangkan kami beramai-ramai naik kapal laut tanpa atap…waduuuh alhasil kulit wajahku merah terbakar…haia…perih gitu, ya memang resiko main di pulau ya begini memang hehe. Tapi intinya aku senang.


Siang pukul 12.00 kapal terakhir menuju Jakarta datang, kami semua bergegas packing untuk pulang. Sedih si..sepertinya liburanku disini masih kurang, tapi sudah cukup aku membuang rasa kecewa, marah, sedihku di tempat ini. Selamat tinggal pramuka, terima kasih telah membantuku melupakannya, terima kasih telah sedikit mengobati lukaku. Mungkin aku tidak tahu lagi kapan kembali, mungkin tahun depan atau beberapa tahun lagi dari sekarang. Yang pasti jika nanti aku kembali pasti kamu akan jauh terlihat lebih cantik. Dan yang aku ingin saat aku kembali, aku kembali bersama orang-orang yang kusayang. Pramuka ...berkilo-kilo meter dari Jakarta sejuta rasa kubuang dan kudapat darimu. Sekali lagi terima kasih.


Pramuka, 9-10 Mei 2009


13 Mei 2013

Asa Malaikat Kecilku

Aku sadar.........
Engkau sedang berbicara denganku
Aku tidak bisa menolak
Titah-MU
Kehendak-MU
Skenario-MU
Keputusan-MU
Aku juga sadar..........
Khilafku
Salahku
Kelalainku terhadap-MU
Mudah melupakan-MU
Sering ingkari nikmat-MU
Dan tidak khusuk dalam sujudku
Tapi, aku yakin........
Bahasa-MU adalah cinta
Teguran-MU adalah sayang
Aku bersyukur Engkau masih mau menyapaku
Maka ampuni aku...
Terimalah taubatku
Jika begitu teteskan ridho-MU ya Allah untuk kesembuhanku....

>>>>Asa Malaikat Kecilku